web stats

Selasa, 30 Oktober 2012

Archaeopteryx ternyata bukan bangsa burung

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:    Animalia

Filum:    Chordata
Kelas:    Aves

Ordo:    Archaeopterygiform
Famili:    Archaeopterygidae
Genus:    Archaeopteryx
Spesies  A. lithographica


Archaeopteryx (dari Bahasa Yunani Kuno ἀρχαῖος archaios yang berarti 'kuno' dan πτέρυξ pteryx yang bearti 'bulu unggas' atau 'sayap'; dibaca "ar-kee-OP-ter-iks" [ɑː(ɹ)kiˈɒptəɹɪks]) adalah jenis burung paling awal dan primitif yang diketahui. Binatang ini hidup pada Periode Jura sekitar 155–150 juta tahun lalu yang saat ini dikenal sebagai wilayah Jerman bagian selatan. Dalam Bahasa Jerman, Archaeopteryx dikenal sebagai Urvogel, sebuah kata yang berarti "burung yang asli" atau "burung pertama".

Ahli biologi sering mencap fosil Archaeopteryx sebagai burung tertua di dunia. Namun dalam laporan terbaru peneliti asal Cina menyebut fosil tersebut hanya dinosaurus biasa.

Peneliti dari Linyi University, Xing Xu, bersama rekannya menganalisis fosil serupa Archaeopteryx yang dipinjam dari museum dinosaurus terbesar di dunia Shandong Tianyu. Fosil berukuran sebesar ayam yang diberi nama Xiaotingia zhengi diangkat dari lapisan berumur 155 juta tahun dari Formasi Tiaojishan di timur Cina. Tubuh fosil ini memiliki kesamaan struktur dengan Archaeopteryx, termasuk lengan panjang yang bisa dipakai untuk terbang.

Saat merekonstruksi silsilah fosil ini, Xu tak menemukan ada pertalian darah antara Xiaotingia dengan burung. Justru binatang ini berkerabat dekat dengan kelompok deinonychosaurus. Yang lebih mengejutkan, Archaeopteryx juga berasal dari kelompok deinonychosaurus seperti Velociraptor, dengan ciri berjalan dengan dua kaki, memakan daging, dan memiliki kuku yang bisa ditarik.

Ahli paleontologi dari Ohio University, Lawrence Witmer, tak terkejut dengan penemuan ini. "Semakin banyak yang meragukan status Archaeopteryx sebagai burung, mungkin binatang ini hanya dinosaurus kecil berbulu yang hidup pada Periode Jura," kata Witmer.

Jika Archaeopteryx adalah dinosaurus biasa, maka ada empat jenis binatang bertulang belakang yang bisa terbang, yaitu reptil, burung, kelelawar, dan dinosaurus. Sementara posisi sebagai nenek moyang burung paling tua diperebutkan oleh Epidexipteryx, Jeholornis, dan Sapeornis.

Hilangnya status Archaeopteryx sebagai nenek moyang burung tidak berarti menggoyang teori evolusi burung. Ahli tetap sepakat jika burung berevolusi dari dinosaurus pemakan daging. Namun Archaeopteryx tetap bisa dianggap sebagai upaya evolusi untuk menciptakan binatang dengan tubuh seperti burung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulislah pesan yang beretika dan tanpa sara
#terima kasih